Foto : Anggota DPRK Lhokseumawe, Heri Herman Saputra.
Lhokseumawe — publikpase.com I Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kota (DPRK) Lhokseumawe, Hery Herman Saputra dari Partai Amanat Nasional (PAN) daerah pemilihan Banda Sakti, meminta perusahaan luar daerah yang beroperasi di Kota Lhokseumawe membuka peluang kerja lebih luas bagi masyarakat setempat.
Ia menilai keberadaan perusahaan yang berinvestasi dan menjalankan aktivitas usaha di Lhokseumawe harus memberi dampak langsung terhadap kesejahteraan warga, terutama dalam penyerapan tenaga kerja lokal. Menurutnya, putra daerah tidak boleh hanya menjadi penonton di daerahnya sendiri.
“Perusahaan yang beroperasi di Lhokseumawe wajib memprioritaskan tenaga kerja dari putra daerah. Ini penting agar manfaat investasi benar-benar dirasakan masyarakat,” ujarnya, Jumat (13 Februari 2026).
Hery mengatakan selama ini masih banyak masyarakat usia produktif yang kesulitan mendapatkan pekerjaan, sementara sejumlah perusahaan justru merekrut tenaga kerja dari luar daerah. Kondisi tersebut dinilai menimbulkan kecemburuan sosial dan tidak sejalan dengan semangat pemerataan ekonomi.
Ia menegaskan pemerintah daerah perlu memperkuat regulasi dan pengawasan terhadap perusahaan, terutama terkait komitmen perekrutan tenaga kerja lokal. Selain itu, transparansi informasi lowongan kerja juga harus dibuka secara luas agar masyarakat memiliki kesempatan yang sama.
“Harus ada keterbukaan informasi perekrutan. Jangan sampai lowongan kerja hanya beredar di internal perusahaan atau jaringan tertentu saja,” tegasnya.
Selain kewajiban merekrut tenaga kerja lokal, Hery juga mendorong perusahaan memberikan pelatihan dan peningkatan keterampilan bagi pemuda Lhokseumawe agar mampu memenuhi standar kebutuhan industri. Menurutnya, peningkatan kualitas sumber daya manusia menjadi kunci agar tenaga kerja lokal mampu bersaing, hal itu di sampaikan saat rapat sama walikota Lhokseumawe, Sayuti Abubakar, di kantor walikota Lhokseumawe.
Ia berharap sinergi antara pemerintah daerah, perusahaan, dan lembaga pendidikan dapat diperkuat melalui program pelatihan vokasi, magang, hingga sertifikasi keahlian.
“Jika perusahaan berkembang, masyarakat juga harus ikut berkembang. Investasi tidak boleh hanya menguntungkan perusahaan, tetapi harus meningkatkan kesejahteraan warga Lhokseumawe,” pungkasnya. (EDVERTORIAL).
