Notification

×

Iklan

Iklan

Pelaksana Tugas Sekretaris Dewan Lhokseumawe Menghadiri Secara Langsung Mesin Pengolahan Sampah di TPA

10/02/2026 | 23:39 WIB | 0 Views Last Updated 2026-03-02T16:43:26Z

 

Foto : PLT Sekwan DPRK Lhokseumawe, Bukhari, S.Sos., M.Si.

Lhokseumawe - publikpase.com I Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Dewan Perwakilan Rakyat Kota (DPRK) Lhokseumawe, Bukhari, S.Sos., M.Si., menghadiri secara langsung peluncuran program unggulan bertajuk “Broeh Jeut Keu Peng” (Sampah Jadi Uang) yang digelar di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Alue Lim, Kecamatan Blang Mangat, Kota Lhokseumawe, 10 Februari 2026.


Kehadiran Plt Sekwan tersebut menjadi bentuk dukungan nyata lembaga legislatif terhadap inovasi pengelolaan sampah berbasis teknologi yang tidak hanya berorientasi pada kebersihan lingkungan, tetapi juga pada penguatan ekonomi masyarakat.


Program “Broeh Jeut Keu Peng” resmi ditandai dengan pengoperasian mesin pengolah sampah berbasis teknologi terbaru yang mampu mengubah limbah menjadi produk bernilai ekonomi. Melalui proses pengolahan modern, sampah yang sebelumnya menjadi persoalan lingkungan kini dapat diolah menjadi bahan bakar minyak (BBM) serta plastik olahan yang memiliki nilai jual di pasaran.


Dalam kesempatan tersebut, Bukhari menyampaikan apresiasi atas langkah inovatif yang dilakukan pemerintah daerah dan seluruh pihak yang terlibat. Menurutnya, program ini merupakan terobosan strategis dalam menjawab dua tantangan sekaligus, yakni persoalan penanganan sampah dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.


“Program ini bukan sekadar solusi kebersihan, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru. Jika dikelola secara berkelanjutan dan profesional, pengolahan sampah berbasis teknologi seperti ini dapat menjadi sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) sekaligus menciptakan lapangan kerja,” ujarnya.


Ia juga menegaskan bahwa DPRK Lhokseumawe akan terus mendukung kebijakan dan program inovatif yang berdampak langsung bagi masyarakat. Sinergi antara eksekutif dan legislatif, menurutnya, sangat penting dalam memastikan program berjalan optimal, transparan, dan berkelanjutan.


Peluncuran program ini mendapat perhatian luas karena menjadi salah satu langkah konkret Kota Lhokseumawe dalam mewujudkan konsep ekonomi sirkular, di mana sampah tidak lagi dipandang sebagai limbah semata, melainkan sebagai sumber daya yang dapat diolah kembali menjadi produk bernilai guna.


Dengan hadirnya mesin pengolah sampah berbasis teknologi terbaru di TPA Alue Lim, diharapkan pengelolaan sampah di Lhokseumawe semakin modern, ramah lingkungan, serta mampu memberikan dampak ekonomi nyata bagi masyarakat sekitar. Program “Broeh Jeut Keu Peng” pun diharapkan menjadi percontohan dan inspirasi bagi daerah lain dalam mengubah persoalan sampah menjadi peluang pembangunan yang produktif dan berkelanjutan. (ADVERTORIAL).

×
Berita Terbaru Update