Notification

×

Iklan

Iklan

Tragis, Gadis Penderita Kebocoran Jantung di Lhokseumawe Diduga Dilecehkan & Resmi di Laporkan Polisi

17/07/2026 | 08:47 WIB | 0 Views Last Updated 2026-07-17T01:52:02Z

 



PUBLIK PASE– Nasib pilu menimpa Mawar (26, nama samaran), seorang gadis di salah satu desa di Kota Lhokseumawe. Di tengah keterbatasan fisik dan ekonomi keluarganya, ia diduga menjadi korban pelecehan seksual oleh seorang pria lansia. Peristiwa malang tersebut terjadi saat rumah korban dalam keadaan kosong, Jum'at, 17/7/2026.


Kronologi Kejadian


​Menurut pengakuan Mawar, peristiwa tersebut bermula pada Jumat (26/6/2026) sekitar pukul 17.00 WIB. Saat itu, ia sedang menyapu ruang tamu rumahnya. Secara tiba-tiba, pelaku masuk dan langsung memeluk korban dari depan.

​Korban sempat melakukan perlawanan sekuat tenaga. Namun, menyadari situasi rumah yang sepi, pelaku terus melancarkan aksinya. Pelaku juga sempat menyentuh beberapa bagian sensitif tubuh korban.

​"Saya sempat melawan saat dia memeluk saya dari depan. Tetapi karena tahu di rumah hanya ada saya sendiri, pelaku terus memaksa dan memegang bagian intim tubuh saya," ungkap Mawar.


​Setelah berkali-kali mencoba melepaskan diri, Mawar akhirnya berhasil lolos dari cengkeraman pelaku dan langsung berlari menyelamatkan diri ke rumah tetangga.

​Malam harinya, setelah sang ibu pulang dari rumah sakit, Mawar langsung menceritakan kejadian trauma yang dialaminya. Mengetahui aksi bejatnya terungkap, pelaku dilaporkan langsung melarikan diri dari desa tersebut selama beberapa hari.


Korban Alami Kebocoran Jantung, Ayah Lumpuh


​Kasus ini langsung memicu keprihatinan mendalam dari warga setempat. Berdasarkan informasi dari masyarakat, Mawar dikenal sebagai sosok yang tangguh meskipun menderita penyakit kebocoran jantung sejak kecil.

​Ibu korban mengungkapkan, saat pelecehan terjadi, Mawar baru saja pulih dari fase kritis penyakitnya yang kerap kambuh.

"Kalau penyakitnya sedang kumat, dia bisa tidak sadarkan diri sampai tiga hari dan mengalami muntah darah," tutur sang ibu.


​Kondisi keluarga korban pun sangat memprihatinkan. Ayah Mawar diketahui sudah mengalami lumpuh selama 10 tahun terakhir. Untuk menopang kehidupan keluarga dan membiayai pengobatan, sang ibu harus bekerja keras sebagai juru parkir di salah satu pasar di Kota Lhokseumawe.


Mediasi Desa Buntu


​Mengingat korban dan pelaku merupakan warga dari desa yang sama, aparatur desa setempat sempat menggelar audiensi dan mediasi untuk kedua belah pihak pada Kamis malam (09/07/2026).


Resmi Melapor ke Polres Lhokseumawe


​Didorong oleh rasa keadilan, orang tua korban akhirnya resmi melaporkan terduga pelaku ke Polres Lhokseumawe pada Senin (13/07/2026). Dalam pelaporan tersebut, pihak keluarga didampingi oleh Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) dari DP3AP2KB Kota Lhokseumawe.


​Laporan resmi tersebut kini telah diterima oleh Unit Tipidter Satreskrim Polres Lhokseumawe dengan bukti:
​Surat Tanda Penerimaan Laporan (STPL) Nomor: STPL/211/VII/RES.1.24/2026/Reskrim
​Laporan Informasi Nomor: LI/211/VII/2026/Reskrim

​Dengan ditempuhnya jalur hukum ini, pihak keluarga berharap aparat kepolisian mengusut kasus ini secara transparan tanpa ada intervensi dari pihak manapun demi keadilan bagi korban.

​Hingga berita ini di tayangkan, media ini masih terus berupaya melakukan konfirmasi kepada pihak-pihak terkait dan tetap membuka ruang seluas-luasnya untuk hak jawab serta klarifikasi dari pihak terlapor.


Editor: Azwar Kadiron

×
Berita Terbaru Update