Notification

×

Iklan

Iklan

Ketua DPRK Apresiasi Program Wali Kota Lhokseumawe, Sampah Kini Diolah Jadi Barang Bernilai Ekonomi

10/02/2026 | 15:45 WIB | 0 Views Last Updated 2026-02-10T08:45:34Z

 

Ketua DPRK Lhokseumawe, Faisal Haji Isa


Lhokseumawe — Ketua  DPRK Lhokseumawe memberikan apresiasi terhadap langkah Pemerintah Kota Lhokseumawe di bawah kepemimpinan Wali Kota Sayuti Abubakar yang terus menghadirkan program inovatif untuk kepentingan masyarakat. Salah satu terobosan terbaru adalah peresmian mesin pengolahan sampah yang mampu mengubah limbah menjadi barang bernilai ekonomi.


Mesin pengolah sampah tersebut kini resmi mulai beroperasi di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Gampong Alue Lim, Kecamatan Blang Mangat, Kota Lhokseumawe, pada Selasa (10/2/2026). Kehadiran fasilitas ini menjadi angin segar dalam upaya penanganan persoalan sampah yang selama ini menjadi tantangan di berbagai daerah, termasuk di Lhokseumawe.


Program ini dinilai bukan hanya berfokus pada kebersihan lingkungan, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru. Sampah yang sebelumnya dianggap tidak bernilai, kini dapat diolah menjadi berbagai produk yang memiliki manfaat dan nilai jual. Beberapa hasil olahan dari mesin tersebut antara lain plastik pembungkus, bahan bakar minyak (BBM) alternatif, batu bata, serta produk turunan lainnya yang berpotensi dikembangkan lebih lanjut.


Ketua DPRK Lhokseumawe menilai langkah ini sebagai bentuk keseriusan pemerintah kota dalam menerapkan konsep pengelolaan sampah terpadu dan berkelanjutan. Selain mengurangi volume sampah di TPA, program ini juga berpotensi menciptakan lapangan kerja baru serta menambah pendapatan daerah maupun masyarakat di masa mendatang.


“Ini merupakan program yang sangat positif. Sampah yang selama ini menjadi masalah lingkungan, kini justru bisa menjadi sumber ekonomi. Kami mengapresiasi komitmen Wali Kota Lhokseumawe yang terus mendorong inovasi demi kesejahteraan masyarakat,” ungkapnya.


Dengan beroperasinya mesin pengolahan ini, diharapkan kesadaran masyarakat untuk memilah dan mengelola sampah dari rumah tangga juga semakin meningkat. Pemerintah Kota Lhokseumawe pun diharapkan terus melakukan pendampingan serta pengembangan teknologi agar hasil produksi dari pengolahan sampah semakin berkualitas dan memiliki daya saing.


Langkah ini menjadi bukti bahwa pengelolaan sampah tidak lagi sekadar urusan kebersihan, melainkan juga bagian dari strategi pembangunan ekonomi daerah yang ramah lingkungan dan berkelanjutan. (ADVERTORIAL).

×
Berita Terbaru Update