Notification

×

Iklan

Iklan

HIMAMEN UNIMAL SALURKAN DONASI DAN GELAR TRAUMA HEALING BAGI KORBAN KEBAKARAN JEGET AYU

24/08/2026 | 19:46 WIB | 0 Views Last Updated 2026-08-24T12:49:10Z

 

Foto : Himamen, Unimal Lhokseumawe 


PUBLIK PASE - Lewat “Himamen Peduli”, mahasiswa Unimal hadir membawa bantuan sekaligus harapan bagi warga terdampak kebakaran
Duka masih menyelimuti warga Kampung Jeget Ayu, Kecamatan Jagong Jeget, Kabupaten Aceh Tengah, pascakebakaran yang melanda permukiman warga. Di tengah kehilangan rumah, harta benda, dan rasa aman, dukungan serta solidaritas dari berbagai pihak terus berdatangan, Senin, 24/8/2026.


Salah satu bentuk kepedulian tersebut datang dari Himpunan Mahasiswa Manajemen (Himamen) Universitas Malikussaleh (Unimal) melalui aksi sosial bertajuk “Himamen Peduli”. Pada Minggu (23/8/2026), para relawan Himamen Unimal terjun langsung ke Kampung Jeget Ayu untuk menyalurkan bantuan sekaligus memberikan dukungan psikososial kepada masyarakat terdampak.

Kegiatan ini menjadi wujud tanggung jawab sosial mahasiswa sekaligus bentuk solidaritas kemanusiaan kepada warga yang tengah berupaya bangkit dari musibah.


Berawal dari Kepedulian Masyarakat Lhokseumawe


Sebelum menuju lokasi bencana, Himamen Unimal terlebih dahulu menggalang dukungan masyarakat melalui aksi pengumpulan dana di sejumlah titik strategis di Kota Lhokseumawe. Penggalangan juga dilakukan secara daring melalui transfer perbankan sehingga mahasiswa, alumni, masyarakat umum, dan para donatur dari berbagai daerah dapat turut berpartisipasi.
Seluruh bantuan yang terkumpul kemudian dihimpun dan dipersiapkan untuk disalurkan langsung kepada warga terdampak di Jeget Ayu.


Bagi Himamen Unimal, bantuan tersebut bukan sekadar donasi, melainkan amanah dari masyarakat yang harus disampaikan kepada mereka yang membutuhkan.
Setelah proses penggalangan selesai, tim relawan bergerak menuju Aceh Tengah dengan membawa bantuan yang telah dihimpun. Setibanya di Kampung Jeget Ayu, para relawan tidak hanya menyerahkan bantuan material, tetapi juga berinteraksi langsung dengan warga, melihat kondisi di lokasi, serta mendengarkan cerita masyarakat yang terdampak.


Kehadiran tersebut menjadi bagian penting dari aksi “Himamen Peduli”. Sebab, bagi para korban, dampak bencana tidak berhenti pada kerusakan rumah dan kehilangan barang berharga. Kebakaran juga dapat meninggalkan rasa takut, kehilangan kenyamanan, serta ketidakpastian mengenai kehidupan yang harus kembali dibangun.
Karena itu, bantuan material menjadi kebutuhan darurat, sementara dukungan moral dan kehadiran langsung menjadi bagian penting dalam proses pemulihan.


Hadir untuk Mengembalikan Senyum Anak-anak


Perhatian khusus diberikan kepada anak-anak yang turut menjadi korban terdampak kebakaran. Menyadari bahwa pengalaman bencana dapat meninggalkan rasa takut dan tekanan emosional, relawan Himamen Unimal menghadirkan kegiatan trauma healing sebagai bagian dari rangkaian “Himamen Peduli”.
Kegiatan dikemas secara interaktif melalui permainan edukatif, sesi bercerita, hiburan, aktivitas bersama, hingga pembagian paket keceriaan.


Melalui kegiatan tersebut, para relawan berusaha menghadirkan suasana yang lebih menyenangkan bagi anak-anak agar mereka dapat kembali bermain, berinteraksi, dan mengekspresikan diri setelah melewati pengalaman yang penuh tekanan.
Trauma akibat bencana tentu tidak dapat dipulihkan hanya melalui satu kegiatan. Namun, kehadiran para relawan diharapkan dapat menghadirkan pengalaman positif, menumbuhkan kembali rasa aman, serta menghadirkan senyum di tengah situasi sulit yang mereka hadapi.


“Kami Ingin Mereka Tahu Bahwa Mereka Tidak Sendiri”


Ketua Himpunan Mahasiswa Manajemen Universitas Malikussaleh, Muhammad Afif Ariansyah, mengatakan bahwa kehadiran mahasiswa di tengah masyarakat yang sedang mengalami musibah merupakan bentuk nyata tanggung jawab sosial dan pengabdian mahasiswa.
Menurutnya, mahasiswa tidak hanya memiliki tanggung jawab di ruang akademik, tetapi juga memiliki tanggung jawab moral untuk hadir ketika masyarakat membutuhkan solidaritas dan kepedulian.


“Kami hadir di Jeget Ayu tidak hanya untuk menyerahkan amanah donasi dari masyarakat Lhokseumawe dan para donatur daring, tetapi juga untuk merajut kembali harapan para korban. Musibah ini merenggut banyak hal dari warga, namun kita tidak boleh membiarkan anak-anak kehilangan masa depan dan senyum mereka. Kehadiran kami dan program trauma healing ini adalah janji solidaritas bahwa mereka tidak menghadapi masa-masa sulit ini sendirian,” tegas Muhammad Afif Ariansyah.


Ia turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh masyarakat, mahasiswa, alumni, dan donatur yang telah memberikan dukungan terhadap pelaksanaan “Himamen Peduli”.
Menurut Afif, bantuan yang dapat disalurkan hingga ke Jeget Ayu merupakan hasil dari kepedulian banyak pihak. Setiap rupiah yang disumbangkan, bantuan yang diberikan, serta waktu dan tenaga yang diluangkan memiliki arti bagi masyarakat yang kini tengah berusaha bangkit.


Solidaritas Tidak Boleh Berhenti Saat Pemberitaan Mereda


Melalui “Himamen Peduli”, Himamen Unimal berharap bantuan yang disalurkan dapat meringankan beban warga Kampung Jeget Ayu sekaligus memberikan dukungan moral selama proses pemulihan.
Bagi Himamen, jarak geografis bukan alasan untuk berhenti peduli. Ketika sebagian masyarakat mengalami kehilangan, solidaritas dari masyarakat lainnya dapat menjadi kekuatan untuk membantu mereka kembali berdiri.


Aksi tersebut juga menjadi refleksi bahwa mahasiswa bukan hanya bagian dari lingkungan kampus, tetapi juga bagian dari masyarakat yang memiliki tanggung jawab sosial. Pengetahuan, tenaga, waktu, dan sumber daya yang dimiliki mahasiswa harus mampu diterjemahkan menjadi tindakan nyata ketika masyarakat menghadapi persoalan.


Editor: Azwar Kadiron

×
Berita Terbaru Update