Foto : Kapus Banda Sakti, Adrina Susanti
PUBLIK PASE - UPTD Puskesmas Banda Sakti terus berupaya meningkatkan akses dan mutu pelayanan kesehatan bagi masyarakat melalui sebuah inovasi bertajuk NALOR (Tenaga Kesehatan Lorong). Inovasi yang diinisiasi oleh Kepala UPTD Puskesmas Banda Sakti, Adrina Susanti, S.Kep., MKM, ini resmi dilaksanakan sejak 2 Januari 2026, Selasa, 4/8/2026.
Program NALOR merupakan strategi pelayanan kesehatan yang menghadirkan tenaga kesehatan langsung ke lingkungan masyarakat, terutama bagi kelompok rentan seperti lanjut usia, ibu hamil, balita, serta penderita penyakit kronis. Melalui pendekatan ini, masyarakat dapat memperoleh pelayanan kesehatan dasar tanpa harus datang ke puskesmas.
Selain memberikan pelayanan kesehatan, petugas juga melakukan pemutakhiran data kesehatan keluarga secara door to door sehingga intervensi program kesehatan dapat dilakukan secara lebih tepat sasaran. Inovasi ini juga diharapkan mampu meningkatkan capaian Standar Pelayanan Minimal (SPM) bidang kesehatan melalui deteksi dini serta tindak lanjut berbagai permasalahan kesehatan di lapangan.
Setiap pekan, Tim NALOR menyapa dan menyisir lorong-lorong di wilayah kerja Puskesmas Banda Sakti. Petugas membawa peralatan pemeriksaan sederhana, seperti alat ukur tekanan darah, pemeriksaan gula darah, penimbangan balita, pelayanan imunisasi kejar, hingga memberikan edukasi tentang Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).
Istilah "Saweu", yang dalam bahasa Aceh berarti menyapa, menjadi semangat pendekatan pelayanan ini. Dengan cara tersebut, kehadiran tenaga kesehatan terasa lebih hangat, akrab, dan mudah diterima oleh masyarakat.
NALOR juga mengedepankan strategi jemput bola dalam penanganan kasus kesehatan. Apabila ditemukan warga yang sakit namun belum berobat, ibu hamil berisiko tinggi, balita dengan masalah gizi, maupun masyarakat yang belum memiliki kepesertaan BPJS Kesehatan, petugas akan langsung melakukan pendampingan dan merujuk ke puskesmas sesuai kebutuhan. Prinsip utama program ini adalah petugas yang mendatangi masyarakat, bukan menunggu masyarakat datang ke fasilitas kesehatan.
Dalam pelaksanaannya, tenaga PPPK Puskesmas Banda Sakti ditugaskan sebagai petugas NALOR dengan pembagian wilayah kerja berdasarkan lorong atau gampong. Setiap petugas bertanggung jawab terhadap satu wilayah dan wajib melaporkan hasil kunjungan harian melalui aplikasi e-Puskesmas. Sasaran utama program ini adalah kelompok masyarakat yang memiliki keterbatasan akses terhadap pelayanan kesehatan.
Melalui inovasi NALOR, UPTD Puskesmas Banda Sakti berharap tidak ada lagi masyarakat yang tertinggal dari pelayanan kesehatan. Data kesehatan keluarga menjadi lebih akurat berbasis by name by address, penemuan kasus dapat dilakukan lebih cepat, capaian SPM meningkat, serta pelayanan kesehatan benar-benar hadir hingga ke lorong-lorong kehidupan masyarakat.
Pihak UPTD Puskesmas Banda Sakti juga berharap dukungan penuh dari Pemerintah Kota Lhokseumawe, termasuk Wali Kota Lhokseumawe, agar keberadaan tenaga PPPK di Puskesmas Banda Sakti tetap dipertahankan. Dukungan sumber daya manusia dinilai menjadi salah satu faktor penting untuk menjaga keberlanjutan dan efektivitas pelaksanaan inovasi NALOR dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.
Editor : Azwar Kadiron
